Tepis isu, Twitter akan lanjutkan layanan pada 2017

076979100_1451441000-Ilustrasi_Twitter_-_Kredit_Tech_Crunch
Beberapa waktu yang lalu linimasa Twittter pernah sempat dihebohkan dengan tagar #SaveTwitter yang berhasil memuncaki Trending Topic. Tagar itu muncul karena situs microblogging itu disebut-sebut akan menutup layanannya pada 2017 tahun ini. Namun, kabar itu segera ditepis oleh Twitter. Menurut juru bicara Twitter, isu bahwa Twitter akan menutup layanannya merupakan kebohongan. “Tak ada informasi yang benar dari klaim tersebut,” ujar juru bicara Twitter, dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, jejaring sosial itu sempat dibanjiri tagar #SaveTwitter, dengan jumlah lebih dari 100 ribu kicauan. Belum dapat dipastikan, bagaimana isu tersebut berkembang begitu cepat. Namun, sejumlah pihak menilai isu itu disebarkan pertama kali oleh pengguna yang kecewa atas tindakan Twitter terkait perundungan siber. Twitter dianggap tak mampu mengatasi masalah yang kerap terjadi di layanannya.

Twitter memang kerap dikritik karena dianggap tak cukup berusaha mengatasi aksi-aksi atau pernyataan yang menyinggung dan mengganggu. Di sisi lain, Twitter memang berada dalam kondisi tak begitu bagus. Laporan kinerja kuartal pertama menyebut pertumbuhan pendapatan Twitter mengalami stagnan, lantaran kesulitan mendapatkan pengguna baru. Saham Twitter pun anjlok 13,6 persen pada akhir perdagangan, 26 April 2016 lalu. Saham Twitter anjlok setelah pendapatan dari pengiklan besar dilaporkan akan berkurang dan prediksi pendapatan ternyata di bawah ekspektasi analis.

Advertisements