Asa baru Samsung di pasar Smartphone, Samsung hadirkan”Galaxy S8″

030298700_1490848523-samsung-galaxy-s8-02

Galaxy S8 menjadi asa baru Samsung untuk bertarung di pasar smartphone, terutama setelah insiden sejumlah Note 7 meledak beberapa waktu lalu. Kehadiran flagship ini diyakini akan selalu mendapat sorotan. Hal tersebut diungkapkan mantan analis industri smartphone di CCS, Ben Wood. “Galaxy S8 adalah ponsel paling penting untuk Samsung dalam satu dekade ini dan setiap aspeknya akan selalu disorot menyusul penarikan Note 7,” ungkap Wood, seperti dilansir dari Reuters, akhir Maret 2017.

Karena itu, Galaxy S8 dinilai menjadi harapan baru Samsung, tidak hanya untuk menumbuhkan angka penjualan, tetapi juga diharapkan dapat memulihkan nama baik perusahaan.

“Kami harus berani melangkah ke dalam hal baru dan rendah hati untuk belajar dari kesalahan masa lalu kami,” ujar President Mobile Communications Business Samsung, DJ Koh, saat pengumuman Galaxy S8 di New York, Amerika Serikat.

Samsung berharap pembaruan desain dan sejumlah fitur baru di Galaxy S8 dapat menumbuhkan penjualan tahun ini. Terlebih, persaingan diperkirakan akan berlangsung cukup sengit. Pasalnya, Apple sebagai kompetitor utama Samsung, diprediksi akan mengumumkan iPhone terbaru yang diyakini memiliki serangkaian perubahan besar, termasuk penggunaan layar melengkung.

Mau cari lawan tanding main sepak bola? bisa gunakan Tarkam Apps

 

098930400_1490874325-Tarkam_Apps_screenshotUntuk para penggemar olahraga futsal dan sepak bola yang ingin bermain futsal atau sepak bola tapi tidak mendapat lawan tanding, kini tidak perlu resah atau kebingungan karena Tarkam Apps dapat mempertemukan tim yang sedang mencari lawan sparing dengan tim lain. Tim yang akan tanding ini akan bermain sesuai lokasi terdekat atau yang mereka pilih. Tarkam Apps merupakan aplikasi aktivitas sosial dan juga aplikasi berbasis olahraga untuk para penggemar olahraga futsal dan sepak bola. Jika mempunyai jadwal main rutin, pengguna bisa menjadi host dan memasukkan informasi seperti tanggal, jam dan hari untuk melakukan pertandingan. Setelah bertanding, pengguna bisa memperbarui hasil pertandingan dan para pengguna lain juga bisa melihat hasilnya.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Tarkam, Evan Sebastian, mengungkapkan bahwa tujuan utama aplikasi ini untuk menjadi wadah bagi para pemain amatir agar lebih maksimal mengembangkan skill mereka. Tarkam Apps merupakan aplikasi berbasis olahraga untuk mempertemukan tim yang sedang mencari lawan sparing dengan tim lain

055510400_1490874378-Tarkam_Apps_screenshot_3

“Tarkam ini adalah aplikasi aktivitas sosial untuk mengajak orang-orang bermain futsal dan main bola. Kami optimistis Tarkam dapat menarik banyak pengguna, terlebih lagi saat ini industri sepak bola dan futsal, juga sedang bangkit,” ungkap Evan kepada tim Tekno Liputan6.com, Kamis (30/3/2017).

Saat ini Tarkam Apps masih dalam tahap beta dan baru tersedia di Google Play Store. Tarkam pun terus mengembangkan aplikasi tersebut dan melengkapinya dengan berbagai fitur baru. Aplikasi ini direncanakan meluncur untuk perangkat iOS pada Mei 2017. Evan menjelaskan, saat ini Tarkam sedang mengembangkan setidaknya enam fitur baru yaitu Player Stat dab Reputation & Review, Single User – Team List, Player/Team List, Arena, Tarkam Point, serta Live Event.

“Dari enam fitur baru yang sedang dikembangkan, dua diantaranya akan meluncur pada bulan depan. Saat fitur baru itu hadir, aplikasi kami sudah lepas dari beta. Jadi lebih optimal,” kata Evan.

Sebagai sebuah aplikasi, Tarkam sudah pasti berniat untuk mengembangkan bisnisnya. Karena itu, startup lokal ini akan menjadikan fitur Arena, Tarkam Point dan Live Event, sebagai jalan monetisasi. Namun Evan enggan mengungkapkan waktu peluncuran ketiganya. Tarkam Apps merupakan aplikasi berbasis olahraga untuk mempertemukan tim yang sedang mencari lawan sparing dengan tim lain (Foto: Tarkam Apps)
Untuk bisa menghasilkan uang dari perkembangan Tarkam, setidaknya layanan tersebut sudah memiliki basis pengguna yang kuat. Sejak meluncur dua bulan lalu, Tarkam Apps memiliki sekira 1.800 pengguna dengan 900 diantaranya adalah pengguna aktif.

Tarkam Apps fokus pada tiga kelompok utama pengguna yaitu pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan kisaran umur 13 sampai 17 tahun. Target kedua adalah mahasiswa dengan umur antara 18 dan 22 tahun, kemudian target ketiga adalah pengguna umum berumur 23 tahun ke atas. Seiring pertumbuhan pengguna, Evan berharap Tarkam Apps bisa menjadi database yang lengkap untuk tim futsal dan sepak bola. Termasuk data mengenai kemampuan masing-masing pemain. Tarkam Apps merupakan aplikasi berbasis olahraga untuk mempertemukan tim yang sedang mencari lawan sparing dengan tim lain.

 

079828200_1490874352-Tarkam_Apps_screenshot_2

“Kami ingin aplikasi ini menjadi database terbesar karena data-datanya yang lengkap, termasuk berisi kemampuan atau skill para pemain. Setelah itu, kami bisa distribusikan data-data tersebut ke profesional atau akademi. Ini juga menjadi cara kami monetisasi, tapi belum dalam waktu dekat,” jelas Evan.

Menurut Evan, setidaknya Tarkam Apps membutuhkan lima ribu pengguna untuk bisa monetisasi. “Dulu kami perkirakan bisa punya pengguna sebanyak itu akan memakan waktu setahun. Tapi melihat perkembangannya saat ini, kemungkinan dalam waktu enam bulan sudah bisa (punya sekira 5.000 pengguna),” tutur Evan.

Sejauh ini, sosialisasi mengenai Tarkam Apps hanya melalui mulut ke mulut. Evan berharap jumlahnya akan terus mengalami peningkatan. Selain berharap aplikasinya terus berkembang, tim Tarkam yang terdiri dari delapan orang, sedang berusaha menarik perhatian investor. Saat ini, startup tersebut masih bergantung pada dana pribadi mereka.

“Soal investasi, kami masih sendiri. Karena itu kami sedang ikut proses pitching untuk mencari investor,” ungkap Evan.

Smartphone HTC U bakal diumumkan April 2017

htc-u-ultra-product-19

Dilansir GSM Arena, Rabu (30/3/2017), HTC dilaporkan sedang menyiapkan anggota ketiga keluarga seri “U”, yang sekaligus akan menjadi smartphone flagship untuk tahun ini. Smartphone terbaru itu adalah HTC U atau dikenal dengan kode nama Ocean. HTC U akan menjadi suksesor HTC 10, yang meluncur pada tahun lalu. Produk ini sedang disiapkan untuk bersaing dengan smartphone flagship lain.

Menurut laporan terbaru, HTC U akan memiliki layar sentuh QHD berukuran 5,5 inci dan chipset Snapdragon 835. Selain itu juga dilengkapi sistem operasi (OS) Android 7.1 Nougat, HTC Sense 9, memori internal 64GB atau 128GB, serta slot untuk microSD. Lebih lanjut, smartphone ini akan melenggang dengan kamera belakang 12MP dan kamera depan 16MP. HTC menggunakan sensor Sony IMX362 untuk kamera belakang dan IMX351 untuk kamera depan.

HTC U sebelumnya dilaporkan memiliki sebuah teknologi bernama Edge Sense atau Sense Touch. Dengan kehadiran teknologi itu, pengguna bisa mengatur berbagai gerakan di layar dan frame metal HTC U, seperti untuk mengakses berbagai fitur. Adapun HTC diperkirakan mengumumkan smartphone tersebut dalam sebuah acara pada pertengahan atau akhir April. Sedangkan proses pemasaran akan dimulai pada awal Mei 2017. Sayangnya, sejauh ini belum ada informasi mengenai harga jual HTC U.

Sistem tethering anyar telah disiapkan Google untuk Android

039768900_1480392857-Ilustrasi_Aplikasi_-_Kredit_Freepik_-_photoroyalty__2_

Dikutip dari The Verge awal tahun ini, fitur bernama ‘Instant Tethering’ ini memungkinkan pengguna mengaktifkan tethering secara langsung. Namun tethering ini bukan dari perangkat yang memiliki paket internet, melainkan perangkat yang membutuhkannya. Fitur ini baru dapat berjalan jika digunakan pada dua perangkat dengan akun sama. Jadi, apabila salah satu perangkat pengguna kehilangan koneksi internet, dengan fitur ini, perangkat itu dapat langsung meminta sambungan dari perangkat lain.

Permintaan untuk tethering nantinya memanfaatkan bluetooth di masing-masing perangkat. Kendati fitur ini hadir melalui pembaruan layanan Google Play Services, ternyata fungsi ini masih dirilis secara terbatas saja. Berdasarkan laporan, untuk saat ini baru perangkat Nexus dan Pixel yang bisa memanfaatkannya. Google tak berkomentar mengenai keberadaan fitur terbaru ini. Karenanya, belum dapat dipastikan apakah fitur ini juga akan menyambangi perangkat Android lain. Namun menurut laporan, Google berencana menghadirkan fitur ini untuk perangkat lain yang sudah menjalankan Android Nougat 7.1.1.

Android One bakal masuk ke pasar Amerika Serikat

google_io_android_one_pichai

Program Android One yang sebelumnya ditujukan untuk pasar negara berkembang, dilaporkan akan segera menyambangi Amerika Serikat. Menurut laporan The Information, Google berencana menggarap pasar smartphone kelas menengah di negeri tersebut. Tak sekadar merilis produk, Google juga telah menyiapkan sejumlah rencana untuk menyukseskan program ini. Perusahaan itu menjanjikan pembaruan sistem operasi Android terkini dan fitur keamanan selama dua tahun setelah pembelian.

Dikutip dari Business Insider,Januari 2017, perangkat ini rencananya akan dibanderol dengan harga US$ 200 hingga 300 atau sekitar Rp 2,6 sampai 3,9 juta. Produk perdana Android One untuk pasar Amerika Serikat dilaporkan meluncur pertengahan tahun ini. Keputusan Google untuk merilis perangkat Android One, menurut analis, tak lepas dari jumlah pengguna Android yang pindah ke iPhone. Salah satu faktor utamanya adalah fragmentasi versi sistem operasi yang terlalu beragam di Android, sedangkan hal itu tak ditemui di iOS.

Apple selaku pembesut perangkat berbasis iOS selalu menjanjikan pembaruan versi sistem operasi terkini, termasuk untuk perangkat lawas. Karenanya, tak dimungkiri dari sisi pembaruan sistem operasi, iOS lebih unggul ketimbang Android. Google kini tengah berusaha mengatasi masalah tersebut di segmen high-end, dengan merilis Pixel yang dibekali segudang fitur terkini Google dan pembaruan sistem operasi secara rutin. Untuk itu, Android One diharapkan dapat meraih pasar di kelas menengah.

Sebagai informasi, Android One merupakan proyek smartphone murah yang diperkenalkan Google sekitar tiga tahun lalu. Lewat proyek ini, Google menawarkan para vendor perangkat mobile untuk membuat smartphone dengan biaya terjangkau yang spesifikasinya distandardisasi oleh Google.

Chromebook rilisan 2017 dipastikan bisa akses Play Store

 

053704400_1485225954-chromebook-01

Google baru saja mengumumkan sebuah informasi penting mengenai Chromebook. Raksasa internet itu memastikan seluruh Chromebook yang rilis pada tahun ini sudah mendukung aplikasi Android secara langsung. Informasi ini pertama kali diketahui dari daftar Chromebook yang kompatibel dengan aplikasi Android. “Seluruh Chromebook yang rilis 2017 dan setelahnya akan bisa menjalankan aplikasi Android,” tulis raksasa internet itu dalam keterangannya.

Dikutip dari Tech Crunch, awal tahun ini, tak perlu dilakukan pembaruan untuk bisa menjalankan aplikasi Android di perangkat itu. Pengguna Chromebook cukup membuka home, dan langsung mendapat akses ke Play Store. Sebenarnya, Google sudah memungkinkan Chromebook kompatibel dengan aplikasi Android sejak tahun lalu. Namun, kemampuan itu masih terbatas pada beberapa model tertentu.

Dengan kehadiran fitur ini, sejumlah analis menyebut layanan Chromebook dapat semakin besar. Dengan akses terhadap Play Store, bukan tidak mungkin ekosistem laptop tersebut dapat bersaing dengan Windows atau macOS. Sebagai informasi, pengumuman fitur ini tak berselang lama setelah SVP of Android, Chrome OS & Play Hiroshi Lockheimer memastikan tak akan ada penggabungan dua sistem operasi besutannya, Android dan Chrome OS. Alasannya, masing-masing sistem operasi tersebut memiliki target pengguna berbeda. Untuk itu, hal yang mungkin dilakukan adalah membawa Play Store ke Chrome OS dan mekanisme pembaruan sistem operasi laptop itu ke Android.

Google bagaikan mata-mata diantara kita

google1

Pengguna internet saat ini hampir tak bisa terlepas dari layanan yang ditawarkan Google. Berawal dari mesin pencari, saat ini Google telah merambah ke sejumlah layanan lain. Mulai dari email, penyimpanan awan (cloud computing), termasuk sistem operasi Android dapat dikatakan sebagai produk andalan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Bahkan, tak sedikit di antaranya menjadi pilihan utama pengguna internet.
Namun, tahukah kamu selama menggunakan layanan Google, perusahaan asal Amerika Serikat itu turut mengumpulkan informasi seputar aktivitas pengguna. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin tak disadari oleh pengguna. Google sendiri bukannya tanpa alasan melakukan hal tersebut. Informasi yang dikumpulkan memang akan digunakan untuk menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Bagi kamu yang belum mengetahui informasi yang dikumpulkan Google, berikut ini ada sejumlah data pengguna yang disimpan raksasa internet tersebut, berikut cara untuk mengantisipasinya. Pelacakan Lokasi Selama pengguna menyalakan fitur Location di smartphone

Android, Google sebenarnya ikut membaca pergerakan pengguna. Jadi, semua lokasi yang pernah disinggahi dapat terekam di layanan pemetaan Google Maps. Fitur Google ini secara tak langsung mengawasi pergerakan pengguna secara langsung.

1

Untuk mengetahui riwayat lokasi, kamu bisa membuka Google Maps, dan sapu layar di bagian kanan. Setelah muncul beberapa pilihan, buka “Your Timeline”. Pada kolom tersebut, dapat dilihat seluruh riwayat perjalananmu. Daftar lokasi yang diperllihatkan pun terbilang akurat. Kamu juga diberikan kesempatan untuk mengedit lokasi dalam daftar riwayat tersebut. Apabila kamu ingin data itu dihapus, cukup pilih menu “Delete Day” di kolom bagian kanan atas.

2

Riwayat penyimpanan web, Penjelajahan internet dengan memanfaatkan akun Google juga memungkinkan raksasa internet itu menyimpannya. Jadi, hasil pencarian tersebut juga dapat kamu lihat. Apabila kamu melakukan pencarian di perangkat berbeda dengan akun yang sama, Google juga akan menyimpan informasi itu.

Hal yang sama juga berlaku ketika kamu mengakses YouTube. Selama masih mengakses layanan berbagi video itu menggunakan akun Google yang sama, riwayat penelusuran akan tetap disimpan.

Tak hanya itu, aktivitas pengguna smartphone Android ketika mengakses sejumlah aplikasi di perangkatnya juga terekam oleh Google. Informasi yang ditampilkan mencakup jumlah aplikasi dan berapa kali dibuka, termasuk informasi waktu akses.

6 kode rahasia yang ada pada Android

laptop-hp

Hampir seluruh ponsel yang ada memiliki fitur atau kode rahasia yang dapat digunakan untuk mengakses sebuah informasi. Bagi anda yang belum mengetahui deretan kode kombinasi angka dan tanda bintang/pagar yang tepat bisa untuk melihat mengecek keaslian sebuah ponsel Android, kualitas audio, kualitas layar sentuh, dan lain sebagainya.

Berikut kami bagi informasi kode-kode umum yang dimiliki handphone Android:

1. *#0*#

Kamu bisa mengetes kinerja layar, respon layar sentuh, kamera utama, mode getar, speaker, kamera depan, receiver, dan lain-lain. Ingat, kode ini hanya berfungsi untuk ponsel Android buatan Samsung dengan tipe-tipe tertentu.

2. *#06#

Kode ini dapat kamu gunakan untuk mengecek nomor IMEI smartphone kamu. Kode ini sangat berguna ketika kamu ingin membeli ponsel baru ataupun seken.

3. *#*#4636#*#*

Ini merupakan kode paling sering dan umum digunakan pengguna smartphone Android. Dengan kode ini, kamu bisa memunculkan beberapa informasi, mulai dari nomor IMEI, status jaringan, dan masih banyak lagi.

4. *#*#2664#*#*

Kemampuan layar sentuh di Android bermasalah? Jika iya maka kamu bisa gunakan kode ini untuk mengeceknya, dan tekan semua sisi layar smartphone.

5. *#*#34971539#*#*

Rahasia umum, kamera merupakan salah satu bagian terpenting dan paling banyak digunakan oleh pengguna Android. Dengan kode di atas, kamu bisa mengecek kualitas dan kondisi kamera ponsel.

6. *#*#232331#*#*

Dengan kode ini, kamu dapat mengetahui kekuatan Bluetooth di smartphone masih berfungsi dengan baik atau tidak.

Sekadar informasi, beberapa vendor smartphone memiliki kode rahasia mereka tersendiri untuk menguji kemampuan hardware mereka. Karena itu, jangan khawatir bila kode-kode di atas tidak dapat berfungsi.

Peminat Android N masih sediki

android-nougat-1

Nougat yang merupakan sistem operasi (OS) Android terbaru ternyata masih kurang peminat. Hingga saat ini Nougat masih mendapatkan porsi sedikit ketimbang seri pendahulunya, Lollipop dan Marshmallow. Pada November 2016, tercatat hanya 0,3 persen perangkat yang mengadopsi Nougat. Sementara pada bulan ini, cakupan adopsi pengguna Nougat juga tak terlalu meningkat signifikan. Nougat hanya naik 1 persen, di mana perangkat yang terinstal sekarang masih di angka 0,4 persen. Demikian dilansir Ubergizmo, Selasa (6/12/2016). Lantas, bagaimana dengan OS lainnya? Untuk Marshmallow (6.0) memiliki jumlah adopsi yang meningkat, yaitu 26,3 persen.

android_distro_dec-640x377

Sementara, Android Kitkat (5.0) mencakup capaian adopsi pengguna sebanyak 24 persen. Padahal beberapa bulan lalu, Kitkat mendominasi pasar dengan cakupan 29,2 persen. Posisi teratas kini diduduki oleh Lollipop di mana menguasai 34 persen pangsa pasar, dengan pembagian 11,3 persen untuk versi 5.0 dan 22,8 persen untuk 5.1. Lebih lanjut, OS Android “jadul”, Froyo, hanya tersisa 0,1 persen. Google menjelaskan bahwa data ini berasal dari perangkat yang menjalankan versi terbaru aplikasi Google Play Store, yang kompatibel dengan Android 2.2 atau lebih tinggi.

Nougat kini memang masih menjadi OS andalan smartphone high-end. Beberapa vendor merilis smartphone premium teranyarnya dengan OS tersebut, seperti Google Pixel, LG V20 dan HTC Bolt. Tentu adopsi pengguna OS ini akan meningkat seiring dengan update yang hadir di smartphone lain.